Tabayun dari fitnah Talafi murjiah shohafi

Home

view:  full / summary

NGAKU SALAFIY TERNYATA TALAFI MURJIAH

Posted by abu qila al-yamani on September 27, 2011 at 12:40 PM Comments comments (0)

Pemikiran Irja’, adalah suatu satu kebidahan dan kesesatan ( mereka irja alias murjiah mengatakan lailahailallah sudah dikatakan islam haqiqi tanpa melihat terlebih dahulu perbuatannya bahkan ketika perbuatan sudah jelas mereka menyampingkan hal itu dengan alasan belum melihat hatinya sehingga walaupun seseorang mengerjakan kemusyrikan dan tidak mengkufuri thaghut  tetaplah dikatakan islam oleh murjiah , mereka murjiah tidak berbara'ah dari ahli bid'ah khurafat syikirk takhayul dengan alasan syahadat saja

Para ulama sepanjang masa telah menetapkan Murji`ah sebagai kelompok bid’ah yang sesat dan mengingkari serta membantah mereka, diantara mereka adalah:

• Abdullah bi n Abbas bin Abdil Muthalib (wafat tahun 68 H). Beliau Radhiallahu’anhu menyatakan, “Berhati-hatilah dari Irja’ karena ia adalah cabang dari pemikiran Nashrani”.

• Ibrahim bin Yazid bin Qais al-Nakha’i . (Wafat tahun 96H). Beliau Rahimahullah menyatakan,

“Sungguh finah mereka (Murji`ah) menurutku lebih aku takutkan atas umat ini dari fitnah al-Azaariqah (Khawarij)”

• Muhammad bin Muslim al-Zuhri (wafat tahun 125H). Beliau berkata, “Tidak ada satu kebid’ahan dalam Islam yang lebih berbahaya dari pemeluknya (muslimin) dari kebid’ahan ini yaitu Al-Irja’”

• Yahya bin Sa’id al-Anshari (wafat tahun 144 H) dan Qataadah (Wafat tahun 113H). Al-Auzaa’i

Rahimahullah menyatakan, “Dulu Yahya dan Qatadah menyatakan, ‘Tidak ada kebid’ahan yang lebih ditakutkan menurut pendapat mereka atas umat ini dari al-Irja’ ‘”

• Manshur bin Al-Mu’tamir Al-Sulami (wafat tahun 132H ). Beliau Rahimahullah menyatakan,

“Aku tidak berpendapat seperti pendapat Murji`ah yang sesat dan bid’ah”.

• Ahmad bin Hambal (wafat tahun 241H). Beliau Rahimahullah ditanya, “Siapakah orang murji`ah itu?’ Beliau menjawab, ‘Orang murji`ah adalah yang menyatakan bahwa iman itu hanyalah pernyataan ( ucapan LAILAHAILLALAH SUDAH CUKUP MEMASUKKAN SESEORANG KEDALAM  SURGA  WALAUPUN DIA BERBUAT KEKUFURAN )”. Beliau juga ditanya tentang orang yang menyatakan bahwa iman itu hanyalah perkataan ( syahadat ). Lalu beliau menjawab, “Ini perkataan ahlu al-Irja’/ murjiah extrim, perkataan bid’ah tidak pernah disampaikan para salaf kita dan orang-orang panutan”.

• Abu Abdillah Muhammad bin Bathah al-Akbari (wafat tahun 387 H) setelah menyampaikan banyak celaan ulama atas Murji`ah menyatakan, “Berhati-hatilah kalian –Rahimakumullah- dari bermajlis dengan kaum yang keluar dari Islam, karena mereka telah menentang al-Qur`an. Menyelisihi Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan keluar dari Ijma’ ulama muslimin.

Mereka menyatakan bahwa iman adalah perkataan  ( CUKUP LAILAHAILALLAH ) tanpa amalan”. Dalam kesempatan lain beliaupun menyatakan, “Berhati-hatilah kalian! -Rahimakumullah- orang yang menyatakan, ‘Saya mukmin di sisi Allah’, ’saya mukmin yang sempurna imannya’ dan ‘Iman saya seperti imannya Jibril dan Miikaa`iil’. Mereka ini semuanya adalah Murji`ah yang sesat, menyimpang dan berpaling dari agama”

• Syaikh Al-Albani (Wafat tahun 1421 H) memasukkan Murji`ah ke dalam golongan Ahlu al-Hawa dan Bid’ah.

• Lajnah ad-Daa`imah Lil Buhuts al-Ilmiyah wal Ifta` menyatakan dalam fatwanya no. 21436

tanggal 8 Rabi’ ats-Tsani 1421H tentang fenomena pemikiran Murji`ah dizaman ini. mereka menyatakan, “Tidak diragukan lagi bahwa pemikiran ini (Murji`ah) adalah batil dan sesat secara nyata, menyelisihi al-Qur`an, Sunnah dan ijma’ ahlus Sunnah wa al-Jama’ah sejak dahulu sampai sekarang”.

Imam al-Ajuri (wafat tahun 360H) menyatakan, “Siapa yang memiliki pemikiran seperti ini (Irja`/ MURJIAH) maka telah berdusta atas nama Allah dan membawa lawannya kebenaran serta sesuatu yang sangat diingkari seluruh ulama, karena pemilik pemikiran ini menganggap bahwa orang yang telah mengucapkan La Ilaha Illa Allah maka dosa besar yang dilakukannya dan kekejian yang ia laksanakan tidak merusaknya sama sekali dan menurutnya orang yang baik dan takwa yang tidak melakukan sedikitpun hal-hal tersebut dengan orang yang fajir adalah salah


CIRI CIRI DAN SIFAT MURJIAH ::

1. MENGATAKAN IMAN ITU HANYA UCAPAN ( cukup syahadat saja ) SAJA DENGAN MENIADAKAN AMALAN DARI IMAN

2. MELARANG MEMBUNUH ORG YANG MENGUCAPKAN LAILAHAILALLAH MESKIPUN ORG ITU MENGERJAKAN KEKUFURAN YANG JELAS  

3. DALAM MASALAH IMAMAH MEREKA BERPENDAPAT SIAPAPUN YANG BERKUASA MESKI DIA MENGERJAKAN KEKUFURAN SYIRIK AKBAR ( DALAM HUKUM , IBADAH , DLL ) MAKA DIA TETAP SAH ISLAMNYA DAN SAH IMAMNYA. PADAHAL TIDAK ADA SATUPUN ULAMA YANG BERKATA SEPERTI ITU ( bs dilihat dalam artikel kami " fatwa fatwa ulama yag dipelintirkan / disembunyikan " )

4. TIDAK MENGKUFURI THAGHUT MESKI THAGHUT ADALAH PASANGAN SEJATI DARI LAFAL IMAN KEPADA ALLAH DAN TERMASUK RUKUN SYAHADAT LAILAHAILALLAH ( surah al-baqarah ayat 253 . an-nahl 36 dan surah mumtahanah ayat 4 ). PEMISAHAN INI MENYEBABKAN KERUSAKAN AQIDAH , SEHINGGA APAPUN GOLONGANNYA , APAPUN AQIDAHNYA SELAMA SYAHADAT MAKA DIKATAKAN ISLAM DAN SAH BERMA'MUM PADA MEREKA.

5. MENAFIKAN AYAT AYAT PEMBATAL KEISLAMAN SEHINGGA SELALU MENGECAP ORANG YANG MENGKAFIRKAN KEMUSYRIKAN DENGAN CAP ATAU JULUKAN SEBAGAI KHAWARIJ GAYA BARU

6. BERPRINSIP SEPERTI YAHUDI DALAM PERKATAAN TIDAK AKAN KEKAL DINERAKA  SEBAGAIMANA YAHUDIPUN MENGATAKAN SEPERTI ITU DI SURAH ALBAQARAH AYAT 80


 

BILA ORANG BODOH BICARA TAUHID. ( naudzubiiLLAHi min dzalika)

Posted by abu qila al-yamani on September 26, 2011 at 10:55 PM Comments comments (0)

1. bahwasannya seorang muslim , bahkan seorang alimpun terkadang dapat terperosok kedalam kesyirikan tanpa sepengetahuannya. ini dapat menjadi pelajaran bagi kita dan berhati hati dari ucapan " ORANG ORANG BODOH YANG BERKATA KAMI SUDAH FAHAM TAUHID " ITU ADALAH TIPU DAYA ( MAKAR SYAITHAN ) DAN KEBODOHAN TERBESAR.

 

2. ORANG ORANG MUSYRIK mempunyai SYUBHAT lain , yaitu : mereka mengatakan nabi telah menyalahkan pembunuhan yang dilakukan oleh usamah bin zaid terhadap org yg telah mengatakan lailahailallah. yang diinginkan oleh ORANG ORANG BODOH itu adalah barang siapa telah mengucapkan kalimat itu maka TIDAK DIKAFIRKAN DAN DIBUNUH MESKI MEREKA BERBUAT APA SAJA.

 

3. adapun hadits usamah ini dalam kaitan TATSABUT / TELITILAH. sebagaimana dijelaskan dalam surah An-nisa ayat 94. kalo seandainya dia tidak boleh DIKAFIRKAN/DIBUNUH padahal sudah nampak kekafiran berdasarkan ayat TATSABUT maka tidaklah ada artinya surah An-nisa ayat 94 ini.

 

POINT DIATAS DINUKIL DARI KITAB KASYFU SYUBHAT SYARAH LAJNAH DAIMAH.

 

Bahwa kafir terhadap thaghut dan iman kepada Allah adalah tauhid yang mana seluruh Rasul Alahimassallam diutus dengannya dan ia adalah hal yang pertama kali mereka dakwahkan sebagaimana firman Alloh ta’ala : Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap tiap umat (untuk menyerukan):

"Sembahlah Alloh (saja), dan jauhilah Thaghut… (QS. An Nahl : 36)

 


FATWA ULAMA ::

 

1.Syaikh Sulaiman ibnu Sahman An Najdiy berkata: ”Thoghut itu ada tiga macam

yaitu Thoghut hukum, Thoghut ibadah serta Thoghut tha'at dan mutaba'ah (ketaatan dan keteladanan).” (Ad Duror As Suniyyah, juz 8 hal 272)

 

2. sebagai jawaban atas pertanyaan : Kapan kita menyebut seseorang dengan namanya dan secara ta’yin bahwa ia itu thaghut? Maka diantara jawabannya (bila ia mengajak kepada kemusyrikan atau kepada penyembahan dirinya atau mengaku sesuatu dari ilmu ghaib atau ia memutuskan dengan selain apa yang telah Allah turunkan / untuk perkara ini lebih jelas bisa di baca di artikel kami ttg negara islam atau musyrik. (pemberi fatwa adalah Abdullah Ibnu Quud, Abdullah ibnu ‘Abdulloh ibnu Ghodiyyan, ‘Abdur Rozzaq ‘Afifiy dan ‘Abdul ‘Aziz ibnu Baz (Fatawa Al Lajnah Ad Daimah, juz I hal 542543,kumpulan Ahmad ‘Abdur Rozzaq Ad Duwaisy, cetakan Darul ‘Ashimah, Riyadh, tahun

3. Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata: ”Thoghut adalah segala sesuatu yang dilampui batasnya oleh seorang hamba baik yang diibadati atau ditaati. Thaghut setiap kaum adalah orang yang mana mereka berhakim kepada selain Allah dan RasulNya, atau mereka mengibadatinya selain Allah atau mereka mengikutinya tanpa bashirah (penerang) dari Allah atau mereka mentaati dalam apa yang tidak mereka ketahui bahwa itu adalah ketaatan kepada Allah. Inilah Thoghut- thoghut dunia, bila engkau mengamatinya dan mengamati keadaan keadaan manusia bersamanya maka engkau melihat mayoritas mereka berpaling dari menyembah Allah kepada menyembah Thaghut dan dari berhakim kepada Allah dan Rasulnya kepada berhakim kepada thaghut serta dari mentaati Alloh serta mengikuti RosulNya menjadi mentaati thoghut serta mengikutinya”. (I’lamu Al Muwaqqi’in, I / 50).

4. Ibnu Katsir berkata:”Ayat ini lebih umum dari semua itu, karena ia mencela orang yang berpaling dari Alkitab dan AsSunnah dan berhukum kepada selain keduanya berupa kebatilan. Dan inilah yang dimaksud dengan thoghut itu disini. (Tafsir Ibnu Katsir, I / 519)

5. Syaikh Muhammad Hamid Al Faqiy berkata dalam mendefinisikan thoghut:

"Yang bisa disimpulkan dari ucapan salaf Radiyallahu 'anhum adalah Bahwa thaghut adalah setiap yang memalingkan seorang hamba dan menghalanginya dari ibadah kepada Allah, pengikhlasan, ketundukan serta ketaatan kepada Allah dan RasulNya baik dalam hal itu syaithan dari bangsa Jin maupun manusia, pepohonan, bebatuan dan yang lainnya. Dan masuk dalam hal itu tanpa diragukan : penerapan undang undang diluar islam, ajaran ajarannya dan yang lainnya berupa apa yang diletakkan oleh manusia untuk memutuskan dengannya darah, kemaluan dan harta. Dan agar dengannya dia mengugurkan ajaran ajaran Allah berupa penegakkan hudud, pengharaman riba,zina, khamr dan yang lainnya yaitu undang undang buatan (qawanin) ini menghalalkannya dan melindunginya dengan kekuasaannya dan para pelaksananya. Qawanin itu sendiri adalah thoghut, orang orang yang membuatnya dan mensosialisasikannya adalah thaghut juga. Dan serupa dengannya setiap buku (kitab) yang diletakkan akal manusia dalam rangka memalingkan dari alhaq yang  dibawa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam baik itu sengaja atau tidak sengaja dari pembuatnya, maka ia adalah thaghut" (catatan kaki hal 287 dalam kitab Fathul Majid, karya

Syaikh ‘Abdur Rohman bin Hasan Alu Asy syaikh, terbitan Darul Fikri, tahun 1399 H).



 

 


kewajiban melaksanakan dalil tidak halal hidupnya 3 orang....

Posted by abu qila al-yamani on June 22, 2011 at 10:45 PM Comments comments (4)

Rasulullah saw berkata : “Bila tiga orang keluar dalam safar maka hendaklah mereka mengangkat salah seorang sebagai amir.” (Abu Dawud dan yang lainnya, Shahih Al Jami’ AshShaghir : 500).

Bila di antara keharusan keberhasilan safar yang para penempuhnya tidak lebih dari tiga orang adalah imarah, mendengar dan taat maka apalagi amal yang memiliki tujuan

(membentuk) kehidupan Islamiyyah dalam tingkat umat dan penegakkan Khilafah rasyidah adalah lebih perlu akan jama’ah, imarah, mendengar dan taat,inilah makna yang diisyaratkan oleh sebagian ahlul ilmi :

 

Ibnu Taimiyyah berkata dalam Al Fatawa 28/390 :

“Sesungguhnya anak-anak Adam tidak akan tegak mashlahat mereka kecuali dengan ijtima’ (berkumpul) untuk kebutuhan sebagian mereka kepada sebagian, dan saat berkumpul itu mereka mesti memiliki pemimpin, sehingga Nabi saw berkata :“Bila tiga orang keluar dalam perjalanan (safar) maka hendaklah mereka mengangkat salah seorangnya sebagai amir.”

 

Al Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdullah Ibnu ‘Amr, bahwa Nabisaw bersabda : “Tidak halal bagi tiga orang yang berada di tengah padang pasir dari bumi ini kecuali mereka mengangkat seseorang sebagai amir atas mereka.”Beliau saw mewajibkan

pengangkatan seseorang sebagai amir dalam perkumpulan yang sedikit yang sementara dalam perjalanan sebagai bentuk pengingatan dengan hal itu terhadap macam-macam perkumpulan yang lain, dan dikarenakan Allah ta’ala telah mewajibkan al amru bil ma’ruf wan nahyu ‘anil munkar, sedangkan hal itu tidak terealisasi kecuali dengan kekuatan dan imarah. Dan begitu juga hal-hal lain yang Dia wajibkan berupa jihad,

keadilan, penegakkan haji, jum’at, ied dan pembelaan orang yang didzalimi, maka hal yang wajib adalah menjadikan imarah (kepemimpinan) sebagai dien dan qurbah (ibadah) yang dengannya ia mendekatkan diri kepada Allah,karena taqarrub kepada-Nya di dalamnya dengan ketaatan kepada Allah dan ketaatan kepada Rasul-Nya adalah tergolong qurbah yang paling utama.”

 

Asy Syaukaniy berkata dalam Nailul Authar 8/256 setelah beliau menuturkan hadits-hadits imarah dalam safar : “Di dalamnya terdapat dalil yang menunjukkan bahwa disyari’atkan bagi setiap jumlah yang mencapai tiga orang lebih untuk mengangkat salah seorang mereka sebagai amir atas mereka, karena dalam hal itu terdapat keselamatan dari perselisihan yang menghantarkan kepada kehancuran. Bila tidak mengangkat amir maka setiap orang memaksakan pendapatnya dan melakukan apa yang selaras dengan hawa nafsunya sehingga mereka binasa semua.Dan bila ada amir maka perselisihan bisa diminimalkan dan pendapat menjadi satu. Bila hal ini disyari’atkan bagi tiga orang yang berada di tengah padang pasir atau mereka musafir, maka pensyari’atannya bagi jumlah yang lebih besar yangtinggal di desa-desa dan kota-kota dan mereka membutuhkan (nya) untuk menolak kezaliman dan menyelisihkan perseteruan adalah lebih utama dan lebih layak.”

 

Ulama Nejed rh berkata : “Dan telah diketahui secara pasti dari dienil Islam bahwa tidak ada dien kecuali dengan jama’ah, tidak ada jama’ah kecuali dengan imamah, dan tidak ada imamah kecuali dengan mendengar dan taat,’Dan tiga hal ini adalah saling mengharuskan, sebagiannya tidak sempurna dan tidak tegak tanpa yang lainnya. Dan dengannya tegaklah dien dan Islam dan dengannya bereslah (urusan) manusia dalam kehidupan mereka dan tempat kembali mereka. Bila terjadi penelantaran dan taqshir di dalamnya atau dalam sebagiannya maka terjadilah keburukan dan kerusakan sesuai dengan kadar taqshir itu, dan ini mesti. Dan begitulah kerusakan membesar, keburukan beruntun, masalah menjadi-jadi, ketertiban menjadi rusak, dan urusan-urusan dien manjadi tertinggal.

 Ini adalah hal yang nyata jelas yang tidak ada kesamaran didalamnya Insya Allah,

 

 

RACUN SYUBHAT YANG MERUSAK

Posted by abu qila al-yamani on June 10, 2011 at 5:05 PM Comments comments (0)

 Bismillahirrahmannirrahim

 Berikut kami bawakansedikit dalil sebagai hujjah  bagi Syubhat-syubhat yang sering dibawakan oleh yang mengaku salafiy yang akhirnya menjadi racun syubhat yang merasuk ke aliran darah al-jama’ah dari masa ke masa sehingga menyebabkan kerusakan bagi dirinya , keluarganya dan yang lebih parah merusak kepada awamunnas di jama’ah. NAUDZUBILLAHIMINDZALIK.

 Berikut syubhat –syubhat itu :

 

1.      SYAHADAT SAJA SUDAH MEMASUKKAN SESEORANG KEDALAM ISLAM SECARA MUTLAQ ( tanpa melihat mualaf atau mukalafkah dia )

 

Mari kita tengok dalil yang membantah racun syubhat yang disebarkan oleh ahli bid’ah terutama golongan murjiah yang mengaku salafiy. Seandainya kita mau TADABUR dan TAFAKKUR maka niscaya kita akan diselamatkan oleh ALLAH dari racun terbesar ini.

 

 - Perhatikan riwayat ketika Abdullah ibnu umar berkata tentang qodariyah

-  Perhatikan riwayat umar ibnu alkhattab pada asbabun nuzul ayat 60 dan 65 annisa

 - Perhatikan sabda Rasulullah tentang KHAWARIJ

 - Perhatikan sabda Rasulullah pada faidhul qadir tentang Murjiah

 - Perhatikan riwayat Abu Bakar ketika memerangi orang yang tidak mau membayar zakat dan . - Perhatikan hujjah Abu Bakar ketika membenarkan perbuatannya 

 - Perhatikan Asbabun Nuzul ayat ketika Nabi Muhammad shallahualaihi wassalam mengkafirkan  orang yang sudah beriman ketika perang tabuk

 

 Dan masih banyak Ayat , hadits dan riwayat dari shahabat , tabiin dan penerus mereka yang menjelaskan tentang batalnya syahadat seseorang ketika mengerjakan sesuatu dari rukun kekafiran. Karena semua riwayat  diatas mereka mengaku islam dan mengerjakan rukun islam .

Kalaulah ada yang berkata dengan berpedoman pada hadits usamah bin zaid apalagi dengan hadits bithaqah maka sebaiknya orang itu sebelum mengambil 2 riwayat inI, DIA sebaiknya memahami riwayat yang kami tulis diatas.

 

Cukuplah secara singkat kami menjelaskan tentang syubhat syahadat saja sudah islam yang telah menjadi racun yang ganas bagi seseorang sehingga dia berani untuk membuat hukum sendiri tanpa memiliki dalil yang sharih maupun shahih. Seandainya kami ingin menulis dan membahas satu persatu dan menambahi riwayat lain yang menjelaskan tidaklah cukup syahadat memasukkan sesorang kedalam islam dan surga ( kecuali bagi mualaf alias orang yang baru masuk islam ) tetapi cukuplah 1 ayat bagi orang yang benar benar ingin mencari kebenaran karena ALLAH , dan bukan karena hatinya telah condong sebab racun syubhat. Sebab apalah artinya banyak dalil bila tidak mencari kepahaman dan tidak di beri kepahaman oleh ALLAH naudzubillahimindzalik.

CUKUP BAGI KITA TADABURRI DAN TAFAKKURI SERTA BERDOA.

 

2.      SYUBHAT KE-2 ADALAH JAMA’AH ITU KESEMPURNAAN BUKANLAH KEWAJIBAN. Maka mari kita perhatikan ayat , hadits dan riwayat berikut:

 

-         Perhatikan ayat : wa kuntum ala safa Hufrotimminannar ( al-imron 103 )

-         Perhatikan sabda Rasulullah : man faraqal jama’ah qida sibrin faqod Hola’a ribqatal  islama min “unuqihi

-         Perhatikan Sabda Rasulullah : wa tariqu lidinihial mufariqi aljama’ah ( lebih jelas bisa dibuka syarah annawawi tentang makna hadits ini )

-         Perhatikan Sabda Rasulullah : man faraqal aw yufariqu jama’ah faqtuluhu  ( buka syarah muslim imam annawawi)

-         Perhatikan Sabda Rasulullah : wain shama wa inshala ya rasulullah ? Rasullulah menjawab wa in shama wa in shala min jutsa jahanam

 

Dan masih banyak lagi ayat dan sabda yang menjelaskan tentang Wajibnya jama’ah. Seandainya Jama’ah itu sebatas kesempurnaan maka alangkah kejamnya ALLAH dan utusannya karena mengancam dan memasukan kedalam neraka padahal mereka yang tidak berjama’ah itu masih sholat dan puasa tetapi tetap masuk neraka. Tetapi apakah begitu hukum bagi yang tidak sempurna ??? hanya orang yang sembrono tanpa mau belajar saja yang menghukumi jama’ah sebagai kesempurnaan karena tidaklah mungkin orang yang sholat dan puasa di masukkan keneraka jahanam karena tidak bisa menetapi kesempurnaan. APAKAH BENAR ALLAH dan RasulNya BEGITU KEJAM MEMASUKKAN KEDALAM NERAKA ORANG YANG TIDAK SEMPURNA ISLAMNYA PADAHAL DIA SHOLAT DAN PUASA ??

 

Maka bagi siapapun yang telah mengetahui sedikit saja dari dalil diatas marilah kita TADABUR dan TAFAKUR sehingga kita tidak sembarangan berbicara yang akhirnya menjerumuskan kita ke hati yang condong karena racun SYUBHAT.Naudzubillahimindzalik.

 

Bagi yang ingin memahamai apakah jama’ah itu dan siapakah yang bukan jama’ah maka bukalah tafsir ataupun syarah dari sedikit ayat dan hadits yang kami tulis diatas ( bisa juga di buka di artikel ma'na jama'ah yang telah kami tulis ). Maka anda semua akan bersyukur telah berada dalam jama’ah yang haq dan jauh dari racun syubhat yang dihembuskan oleh orang yang belum TADABUR DAN TAFAKUR.

 

Cukuplah sedikit hujah ini , karena apalah artinya banyak hujah akan tetapi bingung dalam menempatkannya yang menyebabkan kacaunya pemahaman akan islam , iman , bid’ah dan murtad.

 

3.      SYUBHAT YANG KE-3 TAKFIRI PASTI KHAWARIJ

 

Untuk masalah ini tidaklah kita berpanjang lebar didalam menjelaskannya karena seandainya sesorang mau TADABUR TAFAKUR dengan 2  syubhat diatas maka itu sudah cukup baginya didalam menghukumi sesorang dan juga sudah cukup menjadi hujjah baginya akan kesembronoannya menuduh setiap orang yang takfiri pasti khawarij.Seandainya setiap takfiri pasti khawarij maka niscaya para syaikh dan ulama yang kami tulis pendapatnya di situs ini juga ( buka artikel Negara islam dan Negara kafir , buka juga artikel pendapat para syaikh yang dipelintirkan ) maka para syaikh itu semua seharusnya juga bisa kita sebut khawarij, tetapi itu tidak kami lakukan , kenapa ?? karena kami tahu akan dasar yang mereka ambil.

 

Jadi INGATLAH BAHWA SETIAP BID’AH ,KHURAFAT , TAKHAYUL DAN SYIRIK ITU PASTI MENUNTUN PADA KEKAFIRAN. Bila dia berpendapat tidak menuntun pada kekafiran maka dia kafir karena ALLAH danRasulNYA telah menjelaskan seterang siang hari.

 

Akan tetapi wajib bagi kita amar ma’ruf nahi munkar dan mencari kejelasan apakah kekafiran yang dikerjakan karena BARU MASUK ISLAM (MUALAF )  atau KARENA BELUM TAHU? SEANDAINYA BELUM TAHU MAKA DISTULAH KEWAJIBAN KITA AMAR MA’RUF. Tetapi bukan lantas ketidak tahuan mereka menjadi dasar tidak kafirnya mereka . kenapa ??? silahkan TADABURRI  dan TAFAKURRI s albaqarah ayat 166 dan 167 .TADABURRI DAN TAFAKURRI juga S  azzumar ayat 31 , TADABURRI DAN TAFAKURRI juga S al a’raf ayat 38-39 dan TADABURRI DAN TAFAKURI juga S al’Araf  179 ).

 

JADI JANGANLAH KITA MELAMPAUI BATAS DAN MENGANGKAT DIRI KITA MENJADI TUHAN YANG LAIN SELAIN ALLAH TANPA KITA SADARI (naudzubillahmindzalik) dengan cara membuat hukum hukum diluar QH karena kita baru tahu 1 dalil dan belum menTADABURRI ayat lain dengan hanya berpegang pada ayat mitsqoladzarratin khoyro yaro saja dan dalil syahadat saja.

 

Dan yang lebih fatal dengan memakai dalil yang bukan peruntukannya dan dipaksakan seperti hadits tidaklah kalian beriman sebelum saling mencintai , maka jika dalil ini dijadikan hujah bahwa satu satunya syarat keimanan. Kalaulah seperti itu maka CELAKALAH ALIN BIN ABI THALIB , CELAKALAH AMR BIN ASH , CELAKALAH IBNU ABBAS , CELAKALAH AISYAH ,CELAKALAH ZUBAIR IBNU AWWAM , CELAKALAH THALHAH ( padahal mereka semua sudah dijamin surgA , tetapi mereka saling berperang dan membunuh ) CELAKALAH MUAWIYAH , CELAKALAH AMAR BIN YASIR , CELAKALAH ABDULLAH BIN AMR BIN ASH DAN MASIH BANYAK LAGI YANG CELAKA karena salah didalam memahami dan menempatkan hadits, naudzubillahimindzalik

 

 

4.      SYUBHAT YANG KE-4 ADALAH ULIL AMRI HARUS PUNYA WILAYAH DAN KEKUASAAN

 

Syubhat ini disiarkan oleh orang yang tidak jelas asal usulnya dan mengaku sebagai salafiy dengan cara memelintir pendapat para ulama salafussholih .

 

-         Perhatikan apakah Rasulullah dulu masuk kemadinah untuk membentuk kekuasaan atau untuk dakwah  ?

-         Perhatikan dulu apakah Nabi Musa diutus untuk merebut kekuasaan fir’aun ?

-         Perhatikan apakah dulu Syaikh Muhammad bin abdul wahab dan nenek moyang raja Saudi hendak membentuk merebut kekuasaan atau hendak berdakwah ILALLAH ?

 

Dan masih banyak lagi contoh – contoh lain yang kami kira cukup 3 contoh ini jagi pegangan dan hujjah . maka marilah TADABBUR dan TAFAKKUR

 

5.      SYUBHAT KE-5 BERHUJJAH DENGAN PERKATAAN ABDULLAH BIN MAS’UD UNTUK MELEGALKAN HAWA NAFSUNYA DALAM BERHUJJAH : JAMA’AH ITU ENGKAUMENETAPI KEBENARAN WALAUPUN ENGKAU SENDIRI dan juga memakai dalil hudzaifa ibnual yamani : UZLAH.

 

Cukuplah bagi kita akan hidayah yang telah di beri ALLAH dan dijauhkan dari racun syubhat karena kedangkalan ilmu yang disebabkan kesombongan tidak mau menerima kebenaran walaupun dia salah.

 

-         Perhatikan Sabda rasulullah : la tazalluThoifatun min ummati …..alhadits

-         ALLAH MEMERINTAHKAN “ WA’TASHIMU BIHABLILLAHIJAMI’AH maka apakah mungkin perintah itu tidak mungkin dikerjakan ??

 

Dengan 2 hujah ini seharusnya cukup bagI seseorang yang memang berrniat mencari kebenaran untuk berpegang teguh. Kenapa ? karena dengan sabda Rasulullahla tazallu ( tidak henti-hentinya ) thoifatun , maka sudahlah jelas bahwa jama’ah itu akan selalu ada jadi tidaklah mungkin ada UZLAH ( kecuali yang tinggal sendiri di Negara kafir ) dan dengan hujah Sabda Nabi ini maka jelaslah tidaklah mungkin engkau menetepi kebenaran dengan sendirian ( kecuali di Negara kafir ) karena Nabi bersabda SEGOLONGAN dan sudah pasti SEGOLONGAN ITU LEBIH DARI SATU.

 

6.      SYUBHAT KE-6 BERPEGANGAN DENGAN DASAR NABI TIDAK BERLAKU KERAS DAN KEJAM.

 

 

Memang benar nabi tidak pernah memerangi seseorang kecuali dalam peperangan akan tetapi perhatikan riwayat berikut

 

-         Perhatikan ketika umar ibnu alkhattab membunuh orang yang mengaku iman ( annisa 60 dan 65 )

-   Perhatikan ketika nabi memerintahkan kepada 3 orang sahabat untuk membunuh orang yang telah mengawini bekas istri bapaknya (padahal orang itu sudah syahadat dan mengaku islam )

-   Perhatikan ketika fath al mekkah nabi memerintahkan membunuh 3 orang .

-   Perhatikan Sabda nabi ttg keturunan dzulkhorways attamimi bahwa beliau dengan wajah merah karena marah berkata : seandainya saya hidup ketika itu maka saya akan bunuh mereka sebagaimana terbunuhnya kaum ad

-   Perhatikan bagaimana Nabi memerintahkan sekelompok orang dengan cara memotong silang kaki dan tangan serta membutakan matanya disebabkan kemurtadan mereka dan membunuhnya mereka pada pengembala onta NABI

-   Dan banyak riwayat lain yang menjelaskan NABI memerintahkan meskipun Nabi tidak melakukan sendiri kecuali ketika berperang.

Jadi marilah TADABUR WA TAFAKKUR kenapa beliau rasulullah melakukan itu.

 

7.      SYUBHAT KE-7 MENGATAKAN 72 GOLONGAN TIDAK KEKAL.

 

UNTUK SyUBHAT INI SILAHKAN BACA ARTIKEL KAMI DI SITUS INI JUGA


akhirnya hanya kepada ALLAHlah kita memohon pertolongan dan memohon ditetapkan hidayahNya. dan memohon dijauhkan dari benih benih syubhat karena kedangkalan ilmu dan kesombongan. amiin

 

 

 

INSYA ALLAH CUKUPLAH SEDIKIT HUJJAH YANG KAMI SAMPAIKAN DAN SEMUA KAMI DAPATKAN ATAS ILHAM DARI ALLAH. DAN SEMOGA BISA DIAMBIL MANFAAT DAN BILA INGIN MENGKOREKSI DAN MENASEHATI MAKA DIPERSILAHKAN. MAU DENGAN BIJAK ATAU DENGAN KERAS TIDAKLAH MENJADI KEBENCIAN BAGI KAMI KALAU ITU ADALAH KEBENARAN.  CUKUPLAH BAGI SESORANG KETIKA DIA CONDONG PADA SYUBHAT MAKA DIA TIDAK BISA MEMBEDAKAN MANA ISLAM MANA KAFIR SEBAB BID’AH ,KHURAFAT , TAKHAYUL SERTA SYIRIK DAN JUGA KETIDAKJELASAN DIA AKAN HUKUM MURTAD.

DAN SETIAP ORANG YANG TIDAK MENGETAHUI ITU AKAN MENUDUH SETIAP YANGTAKFIRI PASTI KHAWARIJ DAN ITU SEMAKIN MEMBUKTIKAN KETIDAKTAHUANNYA AKAN SIAPAKAH KHAWARIJ ITU DAN KENAPA BISA MENJADI KHAWARIJ.

 

BUKA TADABURR WA TAFAKKUR BAB TENTANG KHAWARIJ ASAL MULA DAN SEBAB MENJADI KHAWARIJ DI HADITS IMAM BUKHARI DAN DI RIWAYAT LAIN. SEBAB MENUDUH ORANG YANG MENGETAHUI RUKUN RUKUN KEKAFIRAN SEBAGAI KHAWARIJ MAKA TIDAK ADA BEDANYA DENGAN ORANG MURJIAH AHLI BID’AH YANG MENGAMBIL DASAR RAHIB NASRANI DAN YAHUDI.

 

 

INGAT KEWAJIBAN KITA AMAR MA’RUF AKAN TETAPI KITA DILARANG OLEH ALLAH DAN RasulNYA untuk mencampurkan aqidah bahwa semua orang islam , karena ada orang yang beribadah dgn dasar taklid yang menjerumuskan dia pada kesesatan bahkan bisa menjerumuskan pada kekafiran TADABURR DAN TAFAKUR S.al BAQARAH 170.

 

   

 

 

pelintiran dan penyembunyian ayat . sungguh biadab sebagaimana biadabnya yahudi

Posted by abu qila al-yamani on December 23, 2010 at 4:46 AM Comments comments (2)

di dalam suatu situs 3**hij*a* sang penulis dengan kejinya menyembunyikan sebagian dari keterangan yang dia tulis yang  dia ambil dari kitan al"ithisom yang dia beri  judul ma'na jama"ah .


jadi apakah kalian yahudi berkedok salafiy hendak menyesatkan umat islam dengan hawa nafsu iblis jahanam ya fulan bin fulan dan sang guru fulan bin sunusy ????


lebih jelasnya silahkan bandingkan artikel ma'na jama'ah yang kami tulis di situs ini dan bandingkan dengan yang mereka tulis di situs 3**hij***.  dan anda nilai mana yang sesat menyesatkan dengan menyembunyikan makna asli untuk membohongi umat islam dan mana yang sunnah


artikel ma'na jama'ah yang kami tulis di situs ini tidak kami tambah dan kurangi sedikitpun karena kami bukan perowi pendusta seperti kalian yang ngaku naku murid ulama salaf tapi berpaham murjiah yahudi.


dan anda semua bisa membaca artikel yang kami tulis dankami beri tanda dan bandingkan dengan ilmu syubhat yangmereka bawa

pembatal keislaman tidak mengkafirkan orang kafir

Posted by abu qila al-yamani on December 18, 2010 at 3:35 AM Comments comments (0)

Oleh: Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan


Pembatal keislaman yang  Ketiga:


Barangsiapa tidak mengkafirkan orang-orang musyrik atau ragu tentang kekafiran mereka atau membenarkan madzhab mereka, maka dia telah kafir.


Penjelasan:


Masalah ini sangat berbahaya, banyak dari orang-orang yang menisbatkan diri kepada Islam terjatuh padanya (barangsiapa tidak mengkafirkan orang-orang musyrik) seperti mengatakan: “Saya, alhamdulillah tidak ada kesyirikan pada diri saya dan saya tidak berbuat syirik kepada Allah.Akan tetapi manusia (yang berbuat syirik) aku tidak mengkafirkanmereka.”


Kita katakan kepadanya:


Kamu tidak tahu agama ini, wajib bagimu untuk mengkafirkan orang yang telah Allah kafirkan dan yang telah berbuat syirik kepada Allah,wajib bagimu untuk berlepas diri darinya sebagaimana Nabi Ibrahim telah berlepas diri dari bapaknya dan kaumnya, beliau berkata (sebagaimana dalam ayat berikut ini):

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لأبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَ * إِلا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ

“Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian sembah, tetapi(aku beribadah kepada) Dzat yang telah menciptakanku, karenasesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku.” (Az Zukhruf: 26-27)

(atau membenarkan madzhab mereka) ini lebih berbahaya, apabila dia membenarkan madzhab mereka atau mengatakan terhadap apa yang mereka perbuat: perlu dilihat dulu, ini kan hanya menjadikan perantara-perantara. Atau dia mengatakan: “Mereka adalah orang-orang bodoh, mereka terjatuh dalam perkara ini karena kebodohan mereka,” dan dia membela mereka. Maka orang seperti ini kekafirannya lebih dahsyat dibandingkan orang-orang yang melakukan perbuatan syirik tersebut,karena dia membenarkan kekufuran dan kesyirikan atau ragu tentangnya.


Kita katakan kepada mereka:


Keadaanmu sebagai seorang muslim dan pengikut Rasul shallallahu alaihiwasallam, sedangkan Rasul shallallahu alaihi wasallam datang dengan mengkafirkan kaum musyrikin dan memerangi mereka serta menghalalkan harta dan darah mereka, beliau bersabda:

أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ ليَقُولُوا: لاإله إِلاَّ الله

“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia agar mereka mengucapkan laa ilaaha ilallah.”

بُعِثْتُ بِالسَّيْفِ حَتَّى يُعْبَدُ الله

“Aku diutus sampai hanya Allah saja yang diibadahi.”

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لا تَكُونَ فِتْنَةٌ

“Dan perangilah mereka sampai tidak terjadi fitnah.” (Al-Anfal: 39)

Yang dimaksud fitnah dalam ayat ini adalah syirik.

وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ

“Dan sampai agama ini seluruhnya untuk Allah.” (Al-Anfal: 39)

(Dinukil untuk Blog Ulama Sunnah www.ulamasunnah.wordpress.com dari10 Pembatal Keislaman, karya Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan, penerjemah:Al-Ustadz Abu Hamzah Abdul Majid, Penerbit Cahaya Ilmu Press,Yogyakarta)


artikel ini juga diambil di situs pengikut talafi yang ngaku salafi. kasihanilah diri kalian , kalian mempelajari masalah ini di dauroh dauroh kalian , tetapi kalian tdak paham sedikitpun apa yang kalian pelajari. la yujawizu hanajirohum ( tidak bisa melewati tenggorokan kalian ) naudzubillahi min al jahilin


bagi yang ingin lebih jelas bisa mencari dan membeli buku ini judulnya syarah nawaqidul islam .syaikh sholih bin shalih al-fauzan


setelah baca buku atau artikel ini , silahkan bawa artikel ini kehadapan mereka dan suruh mereka jelaskan maksud artikel ini dan mereka pasti diam sejuta bahasa baik ustadznya maupun pentaklidnya dari kalangan jahilin mereka .

 


TIDAK KEKALKAH 72 GOLONGAN YANG MENYIMPANG DARI FIRQOTUN NAJIYAH ALIAS JAMA"AH ??

Posted by abu qila al-yamani on November 28, 2010 at 8:25 PM Comments comments (3)

Ada yangberpendapat bahwa 72 GOLONGAN yang masuk neraka tidak kekal alias bisa masuk surga . mereka berhujjah dengan sabda Rasulullah SAW yang berbunyi :sesungguhnya umatku . jadi kata umatku disini jadi pedoman  bahwa mereka semua umat islam yang akhirnya juga masuk surga.

 

 Mereka didalam mengeluarkan hujjah selalu berkata “ijma ulama alias ulama berpendapat “ .tetapi ketika kita berTanya ulama siapa yang berpendapat seperti itu dan atas dasar apa mereka ber ijma dan didalam kitab apa pendapat itu , maka mereka diam lalu pergi dan berkata afwan ana tidak mau debat dengan pengikut hawa nafsu.

 

  Kembali kepada kata kata UMATKU Disini Rasulullah SAW mengatakan kata UMATKU, sebagaimana juga umat musa dan umat isa alias umat ijabah ( umat yang mengabulkan dakwah ) pada awalnya. Tetapi ketika Nabi Musa , Nabi Isa , Nabi Muhammad SAW wafat , maka mereka yang dulu menjadi umatnya kembali murtad yang disebabkan baik karena perbuatan kekafiran mereka atau bid’ah yang mereka perbuat terus menerus atau juga baik karena penghalalan atas yang haram atau sebaliknya.

 

    Apakah kata UMATKU bisa dijadikan hujjah kuat bahwa 72 golongan itu mereka semua bisa masuk surga ?? . mari kita pahami hadits dan ayat dibawah ini .

 

 

1. Setiap UMATKU akan masuk surga . KECUALI ( yang tidak akan masuk surga ) orang  

    yang sombong ( menolak kebenaran , menentang RAsulullah SAW )                  

         Perhatikan kata akan dan kata kecuali yang menafikkan kata akan

 

2. Riwayat hadits ketikaRasulullah meminta kepada ALLAH agar bisa mengeluarkan

     Lagi orang yang mengucapkan LAILAHAILALLAH dari neraka. Tetapi Allah  

     Berfirman “ cukup dan engkau tidak kuasa lagi “

 

                Perhatikan riwayat ini , bahwa ada orang yang bersyahadat , tetapi Nabi SAW tidak diberi izin oleh Allah utk mensyafaatinya dan meskipun pada akhirnya ALLAH mengeluarkan orang dari neraka dengan kuasa 3 cawukannya . tetapi kita tidak pernah tahu siapa mereka . ALLAH MAHA MENGETAHUI.  Dan apakah kalian hendak melampaui kekuasaan ALLAH  ??

 

 

 3. Didalam kitabul ahkam HR Buhary juz 9 atau no 6583, 6585, 6587 dan HR Muslim no 244.Rasulullah bersabda “” ya Rabbi UMATKU – UMATKU ( atau dlm lafadz lain SAHABATKU – SAHABATKU atau GOLONGANKU– GOLONGANKU ) .  tetapi ALLAH berfiman “ sesungguhnya engkau tidak tahu apa yang telah mereka perbuat sepeninggalmu ( dalam hadits lain “ mereka telah berbuat murtad “ atau dalam lafadz yang lain “ mereka telah berbuat bid ‘ah”;).  Lalu Nabi SAW bersabda pada orang yang dulu dianggap sebagai sahabat / golongan / umatnya “ pergilah kalian celakalah bagi yang berbuat bid’ah .

 

Perhatikan disini golongan / umat / sahabat  ketika mendatangi Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa salam di telaga ALkautsar untuk memohon syafaat akan tetapi dihalang halangi oleh malaikat dan dilempar ke neraka. Dalam HADITS INI JELAS BAHWA TIDAK ADA SYAFAAT BAGI UMATKU YANG BERBUAT BID’AH.  Padahal didalam HR Buhary no 6583,6585,6587itu jelas bahwa Rasulullah SAW mengenal mereka yang dulu dianggap sebagai sahabat alias UMATKU.

 

4. dalam riwayat lain Abdullah bin umar berkata “ seandainya mereka menginfaqkan emas 

  sebesar gunung uhud , niscaya tidak akan diterima oleh Allah sampai mereka beriman 

   kepada qodar Allah. 

 

  Perhatikan kata ini . apakah mungkin bila mereka beriman , infaq mereka tidak diterima ? maaf ini diluar dari berinfaq dengan barang haram , karena hadits ini tidak menjelaskan tentang infaq dengan hasil haram. Tapi infaqnya orang yang mengaku beriman tetapi berbuat bid’ah hingga menjadi kafir.

 

 

 

5. hadits tentang sesungguhnya syafaatku untuk UMATKU.yang mengerjakan dosa

    besar . pertanyaanya , apakah bid”ah itu dosa besar yang dijanjikan syafa’at ?? seandainya 

   anda berkata YA .maka niscaya hadits ini menjadi bertabrakan dengan hadits hadits pada poin no 3 , yang mana “ UMATKU “ ini datang memohon syafaat di telaga al-kautsar tetapi ditolak dan langsung diusir ke neraka oleh malaikat atas perintah ALLAH SWT.

 

 

Pelaku bid”ah pasti memecah belah agamanya dan mereka menjadi kafir karenanya , baik karena bid’ahnya yang dianggap sunnah sehingga menentang Allah – Rasul maupun kafir karena penghalalannya atas yang haram. Itu semua baik mereka sadari ( ahli bid’ah ) atau tidak disadari ( pengikut ahli bid’ah ) hukumnya sama.

surat Al a’rof ayat .38-39 ,

S Al-futsilat  29 dan silahkan juga dibuka dan dipahami

S.Al-an”am 159 ,

S. Ali-imron 7 ,

S. Shad ayat 6 ,

S. Al-qoshos ayat 50 , dan

S.Aljatsiyah 23. 

apakah pelaku bid’ah berjalan dengan hawa nafsu ? jika anda berkata ya . maka mereka telah mempersekutukan Allah dg menyembah hawa nafsunya sebagai tuhan ( S . aljatsiyah ayat 23) dan juga menolak kebenaran seperti Poin no 1. 

 

Jadi pertanyaan bagi yang berkata 72 gol tidak kekal karena adanya lafadz  “ UMATKU“ . pendapat kalian itu berdasarkan nash shohih bahwa itu pasti dr ALLAH atau sekedar prasangka kalian  ?

Kalian berkata sesungguhnya hujjah kami adalah ayat yang berbunyi “ allah mengampuni dosa selain syirik “.

 

Pertanyaan kami . apa itu syirik dan jelaskan pada kami ? apakah syirik menurut kalian sebatas menyembah patung saja ?? Rasulullah bersabda bahwa beliau tidak takut umatnya menyembah berhala setelah beliau wafat. Tetapi yang beliau takutkan syirik yang samar. Jadi bila kalian mengatakan mereka 72 golongan tidak menyembah patung , maka kalian sesungguhnya berarti tidak pernah tahu dan tidak paham akan  sabda Rasulullah diatas. Sampai kapanpun kalian tidak akan menjumpai orang yang mengaku islam menyembah patung pada zaman ini.

Ingat Nabi Allah Ibrahim alaihissalam saja berdoa kepada Allah agar dirinya dan anak turunnya dijauhkan dari syirik. Kenapa kalian meremehkannya ? seakan akan dengan syahadat saja cukup memasukkan orang itu kedalam surga tanpa beramal yang sesuai dengan kemurnian dan mutaba’ah Rasulullah.

Pahamilah surat at-taubah ayat 31 dan juga ayat – ayat pada poin no 6 . dan semoga Allah menunjukkan pada kalian bahwa batas antara bid”ah 72 golongan dan syirik itu sangat tipis sampai Rasulullah saja bersabda SYIRK KHOFIY. 

 

Ketahuilah bahwa kesesatan nasrani terjadi karena mereka mengada-adakan sesuatu yang baru didalam agama mereka dan akibat kethaatan mereka pada pendeta mereka. Dan sadarlah lihat sekeliling kalian ketika bid’ah ,khurafat , takhayul , syirik dianggap ibadah dan para ustadz su’ dan ditaat ibadahnya. Apakah itu tidak sama dengan kaum sebelum kalian ????

 

Pada dasarnya bid’ah itu berbeda dengan dosa besar. Karena bila dosa besar ( zina , arak, mencuri,durhaka pada org tua, membunuh ) maka pelakunya mengakui perbuatan dan berusaha bertobat dan pelaku dosa besar diatas tidaklah mungkin dikafirkan . Sedangkan bid’ah pelakunya merasa itu sunnah dan ALLAHmnghalangi tobatnya pelaku bid’ah ( HR Thobroni ). Dan bid’ah bisa menjadi kekafiran karena kemusyrikan yaitu terjadi penghalalan atas yang haram dan berkeras kepala menolak kebenaran karena mengikuti alias taklid buta pada guru gurunya mengalahkan Allah dan Rasulnya . dan itulah yang disebut syirik kethaatan . silahkan lihat  S . Attaubahayat 31.

 

 Kami disini tidak berani berkata golongan itu tidak kekal di neraka. kenapa ? karena kami tidak menemukan satupun Firman Allah maupun sabda Rasulullah yang mengatakan itu . seandainya kami berkata kekal itupun karena kami mengikuti nash nash yang telah kami sebutkan diatas. Dan seandainya Allah mengeluarkan mereka dari neraka maka SESUNGGUHNYA ALLAH ATAS SEGALA SESUATU KUASA.

 

 Kepada ALLAH lah kami menyembah ( menthaati perintah dan larangan ) dan memohon pertolongan dari rusaknya akhir zaman termasuk dari paham hawa nafsu dan dari penghalalan bid’ah yang bisa menjadikan pelakunya kafir.  NAUDZUBILLAHIMINDZALIK

 

 

Jadi sesuai sabda Rasulullah anzalannas manazilahum artinya tempatkan manusia sesuai dengan kedudukannya .  janganlah engkau memasukkan orang kedalam tempat yang bukan semestinya mereka berada disana.( bid’ah masih dianggap iman yang sempurna dan orang yang mengerjakan syirik masih dianggap islam ) Akan tetapi tugas kita untuk menyampaikan kebenaran berdasarkan perintah amar ma’ruf nahi munkar

 

 

Berikut tambahan dari fatwa syaikh utsaimin :

 

Apabila telah mantap hal tersebut di sisimu wahai muslim, maka ketahuilahsetiap orang yang membuat-buat syari’at (atau mengada-adakan sesuatu yang baru dalam agama Allah) walau tujuannya baik, maka inilah (yang dinamakan) bid’ah yang sesat dan dianggap mencela agama Allah , dan berdusta kepada Allah pada firman-Nya :“Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian.” (AlMaidah:3)

Karena seorang mubtadi’ (orang yang berbuat bid’ah) yang membuat syari’at baru dalam agama Allah , yang bukan dalam perkara agama Allah,seakan-akan dia sudah mengatakan : “Sesungguhnya agama ini belum sempurna,karena masih ada syari’at yang harus dibuat, agar dia dapat bertaqarrub kepada Allah  dengan syari’at yang dibuatnya tersebut”.

Dan termasuk keanehan, bahwasanya ada seseorang yang membuat suatu perkara yang baru (bid’ah), yang berkaitan dengan dzat Allah, nama-nama dan sifat-sifatNya, lalu dia berkata : Sesungguhnya saya melakukan ini (membuat kebid’ahan ini) dalam rangka mengagungkan Rabbnya, padahal apa yang telah diperbuatnya tersebut adalah perkara yang tidak berguna, dan menyerupai firman Allah  :

“Maka janganlah kalian menjadikan bagi Allah tandingan-tandingan dalam keadaan kalian mengetahuinya.” ( makna mengetahui bahwa pembuat syariat itu hanya ALLAH bukan yang lain )

 Wahai saudara-saudaraku !! Aku bertanya dan bersumpah atas kalian kepada Allah  dan aku menginginkan jawaban dari hati kalian bukan dari hawa nafsu kalian, dan dari ketetapan agama, bukan dari sikap taklid (mengekor) kalian, seperti perkara-perkara yang berkaitan dengan dzat Allah,sifat-sifat dan nama-nama-Nya, atau perkara-perkara yang berkaitan terhadap apa yang sudah disampaikan oleh Rasulullah . Kemudian mereka berkata :“Kami adalah orang-orang yang memuliakan Allah dan Rasul-Nya.” Apakah mereka lebih berhak memuliakan Allah dan Rasul-Nya ? ataukah mereka itu kaum yang tidak menyimpangkan kaidah dusta terhadap syari’at Allah.

Pertama : Tidak boleh bagi siapapun untuk membantah ucapan Rasulullah  dengan ucapan siapapun, walau dengan ucapan Abu Bakr, ‘Umar, Utsmaan atau ‘Ali  sekalipun mereka adalah sebaik-baik manusia setelah Rasulullah  terlebih lagi dengan ucapan dari selain mereka. Karena Allah berfirman :“Maka hendaklah orang yang menyelisihi perintahnya (Rasulullah ) takut untuk ditimpakan kepada mereka fitnah atau adzab yang pedih.” (An Nuur :63)Berkata Al Imām Ahmad: “Apakah engkau tahu apa itu fitnah ? Fitnah adalah syirik.Kemungkian jika dia menolak sebagian ucapan Nabi  maka akan tertancap dihatinya sesuatu penyimpangan. Lalu dia binasa.”

Berkata Ibnu ‘Abbas  : “Hampir-hampir sajakalian dijatuhkan batu dari langit, aku mengatakan : “Berkata Rasulullah ” Malah kalian mengatakan: “Berkata Abu Bakr dan ‘Umar.”.  



BILA ADA YANG TIDAK BERMUTU ( MENURUT KALIaN ) DAN BILA ADA TAMBAHAN DALIL SILAHKAN KOMENT  DI BAWAH INI DAN TUNJUKKAN MANA KESALAHAN DAN TIDAK MUTUNYA.


DARIPADA MENGHUJAT TANPA DASAR DAN TIDAK BISA MENUNJUKKAN KESALAHAN MAKA KABURO MAKTAN INDALLAH AN TAQUULU MA LA TAF"ALUN


wallahu mustaan waliyallahu taufiq wal hidayah

 

 

SKEDAR COPY PASTE TP TDK PAHAM . ITULAH TALAFI MURJIAH

Posted by abu qila al-yamani on November 21, 2010 at 7:19 AM Comments comments (0)

Label:BAI'AT DAN IMAMAH

TORIQOH PENGANGKATAN SEORANG AMIR YANG MU'TABAR MENURUT PEMAHAMAN SALAF    Kamis, 18 November 2010

TORIQOH PENGANGKATAN SEORANG AMIR YANG MU'TABAR

MENURUT PEMAHAMAN SALAF

Terjemah dari:

Nashihat Syaikh Sholeh Fauzan Al-fauzan ( ketua komite tetap penelitian ilmiah dan pemberian fatwa kerajaan saudi arabia )

Judul : Hukum khuruj dari pemerintah

http://www.youtube.com/watch?v=YgsGAoYqluQ

Cara pengangkatan seorang amir ( secara syar'i )


Melalui pemilihan ahli alhalli wa al-aqdi ( dewan pemilih dari kalanganpembesar dan ulama kaum muslimin ( dalilnya adalah pengangkatanAbubakar as-sidiq di saqifah bani sa'idah ) (catatan: ini terdapat padarekaman sebelumnya )

Melalui wasiat amir sebelumnya, maka ketika perwakilan kaum muslimin telah menetapkannya, wajib bagi kaum muslimin untuk menerima dan mentaatinya,dalilnya adalah abu bakar memilih umar bin khottob, maka kemudian kaum muslimin ridho dan tunduk serta tidak menyelisihinya. Maka umar binkhottob menjadi waliyu al-amr di wilayah pemerintahan seseorang, yang sebelumnya di pimpin oleh abu bakar assidiq.

Cara ketiga yang termasuk terpenuhinya bai'at amir (pengangkatan amir yang tidak syar'i namun tetap dianggap sah - pent)

melalui penaklukan dengan pedang/senjata kepada kaum muslimin.

ketika belum ada pemerintahan di suatu negeri, kemudian tampil seseorang yang memiliki kecakapan dan kekuatan, lalu ia menaklukkan dengan kekuatan (pasukan) dan pedang ( senjata ), maka wajib mentaatinya, dengan cara itu sah/terealisasi pemerintahannya, karena bila mencabut ketaatan darinya akan membahayakan kepada kaum muslimin pada keburukan, melahirkan perselisihan dan menyebabkan tercecernyadarah ( umat islam ).

ketikatampil memimpin seseorang dari kaum muslimin dalam sebuah kelompok dan belum ada seorang imam, apakah imam sebelumnya telah meninggal dunia atau sebab yang lain, kemudian ia menaklukkan dengan kekuatan pasukan dan senjata serta ia adalah seorang muslim, maka wajib mentaatinya.

Maka adapun orang yang mau mendirikan keamiran sementara waliyu al-amr telah ada, maka ini adalah perkara yang diharamkan dan Nabi shollallohu 'alaiwasallam memerintahkan untuk membunuhnya,

( catatan: afwan kami hanya mampu mendatangkan hadits yang semakna seperti yang diucapkan oleh syaikh sholih Fauzan )


مَنْأَتَاكُمْ وَأَمْرُكُمْ جَمِيعٌ عَلَى رَجُلٍ وَاحِدٍ يُرِيدُ أَنْيَشُقَّ عَصَاكُمْ أَوْ يُفَرِّقَ جَمَاعَتَكُمْ فَاقْتُلُوهُ ».رواه مسلم6/23(4826)

"Barangsiapa yang mendatangi kalian sementara perkara kalian telah berkumpul pada seseorang ( yang telah menjadi amir -pent) kemudian ia hendak mematahkan tongkatmu (memecah belah jama'ah) atau memecah belah persatuan kalian, maka bunuhlah dia."

(Di dalam riwayat lain disebutkan -pent),

....فَاقْتُلُوهُ كَائِنًا مَنْ كَانَ

Maka bunuhlah, siapapun dia.

Adapun bila di negeri itu belum ada waliyu al-amr, kemudian tampil dari kalangan muslimin, seseorang yang memiliki kemampuan dan menaklukkan dengan kekuatan pasukan, maka baiknya bagi kaum muslimin beriltizam mentaatinya, mereka mencontohkan pada Abdul malik bin marwan al amawiy,dimana ketika telah berakhirnya kekhalifahan dari mu'awiyah dan yazid (anaknya), sebagaimana perselisihan yang terjadi dikalangan kaum muslimin, maka tampil/memimpin Abdul malik bin marwan seorang laki –laki yang cerdas/gagah, pemberani 'alim, serta kokoh pendiriannya,kemudian ia memaksa pada beberapa perkara dan menguasai rakyat, makakaum muslimin -pun mentaatinya, termasuk para ulama, para ahli fikh, mereka mengangkatnya sebagai Amir demi kemaslahatan bagi kaum muslimin,

Maka inilah tiga hal yang dengannya baiat terpenuhi ( dianggap sah ) bagi seorang amir, sebagaimana yang telah disebutkan oleh ahli ilmu ( paraulama ) yang diambil/ dinukil dari tarikh/sejarah kaum muslimin yang lampau di zaman sahabat, tabi'in, dan di masa-masa yang utama ( qurunmufadholah ), maka wajib bagi kita untuk mengikuti manhaj ini, dan kita tidak mengambil sistem yang dipakai khowarij yang menyelisihi islam.

Kita hanya wajib mengikuti syari'at yang bersih, dan jalan yang ditempuh oleh kaum muslimin, dan ikrarmereka, maka barang siapa yang menyelisihinya maka sungguh telah syadz( menyimpang ) dari al-jama'ah, maka barang siapa yang menyimpang maka ia menyimpang ke dalam neraka.


BAIAT JAMA'AH-JAMA'AH POLITIK


Maka adapun apa yang disebutkan pada zaman ini, baiat-baiat di sebagian jama'ah-jama'ah firqoh politik atau firqoh-firqoh bid'ah, dimana mereka membaiat pada seseorang. Jamaah - jamaah politik, maka tidak masuk didalam ketaatan kaum muslimin, dan ia ( jamaah ini ) tidak mengetahui rakyat muslim, sesungguhnya mereka menghendaki memecah belah masyarakat umum, mereka membaiat seseorang dari mereka, maka ini adalah baiat yangbathil ( rusak ), maka menempati sabda Rosul shollallahu 'alaihiwasallam :


مَنْأَتَاكُمْ وَأَمْرُكُمْ جَمِيعٌ عَلَى رَجُلٍ وَاحِدٍ يُرِيدُ أَنْيَشُقَّ عَصَاكُمْ أَوْ يُفَرِّقَ جَمَاعَتَكُمْ فَاقْتُلُوهُ ».رواه مسل


BAIAT JAMA'AH-JAMA'AH AHLI BID'AH


Dan jenis yang kedua adalah baiat ahli bid'ah seperti sufiyah atau selainnya, mereka membaiat seseorang dari mereka, dengan kewajibanmereka mengikutinya dan tidak boleh menyelisihinya. Apapun yangdiperintahkan (amir) mereka mentaatinya dan mereka tidak boleh menyelisihinya , ini adalah baiat ahli tasawuf, mereka mentaatinya dengan ketaatan yang membuta, dan mereka tunduk dengan ketundukan yang totalitas, maka dia ini bukan diatas hidayah, dan ia bukanlah waliyu al-amr, mereka menganggap ini (baiat-pent) merupakan bagian dari agama mereka, mereka mewajibkan mentaatinya, maka ini menentang kepada Allah dan Rosul Shollallohu 'alaihi wasallam.

Maka kaum muslimin telah berijma' sebagaimana yang telah disebutkan oleh syaikh al-islam ibnu taimyah rahimahullah ;

Kaummuslimin telah berijma' bahwa barang siapa yang berpendapat wajibnya mentaati seseorang selain rosulillah shollallahu 'alaihi wasallam maka sungguh ia telah memecah belah, jika ia mau bertobat atau jika tidak maka dibunuh, maka tidak ada seseorangpun yang wajib ditaati setelah rosulillah shollallohu 'alaihi wasallam, tidak ada seseorangpun yang wajib ditaati selamanya, sesungguhnya ia ditaati ketika ia mentaatiAllah dan rosull-Nya , adapun bilamana ia menyelisihi Rasul, danmembuat suatu batasan yang menyelisihi manhaj Rasul shollallahu 'alaihiwasallam di dalam masalah ibadah atau dalam hal ittiba', maka wajibmemeranginya jika ia tidak tobat kepada Allah subhana wata'ala.Sesungguhnya baiat hanya diberikan kepada penguasa muslim, Allahberfirman;

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ .... (10) سورة الفح

Bahwasanyaorang-orang yang berjanji setia kepada kamu Sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. tangan Allah di atas tangan mereka

Mereka membaiat Rosul shollallahu 'alaihi wasallam, demikian pula mereka membaiat kholifah sesudahnya, Allah berfirman;

لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ .... (18) الفح

Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon

Maka tidak ada seseorangpun yang dibaiat atas " mendengar dan taat" selain Rosulullah atau khalifah penguasa muslim

Maka adapun kepemimpinan perkumpulan-perkumpulan hizbiyah atau jamaah-jamaah bid'ah,maka ini adalah baiat yang bathil (rusak), karena akhirnya menjadikan keburukan, yaitu menetapkan manusia untuk mentaati seseorang selainrosulillah shollallahu 'alaihi wasallam.

Diposkan olehABU HUDZAIFAHdi10.59 


perhatikan text warna merah . syaikh fauzan saja membatilkan alias rusak baiat ( persetujuan )  pemilihan amir dengan cara politik. lantas darimana kalian mengesahkannya ????.dan ini kami ambil dari situs 354 hijrah. pas dengan dalil layujawizuhanajirohum ( tidak bisa melewati tenggorokan mereka )


dan kalo melalui pemilihan ahlu ahli wal aqdi lalu pertanyaanya siapa ahlu ahli wal aqdi ???


dan kalo dengan wasiat memang bisa disini amir  yang dipilih melalui hasil politik mewasiatkan penggantinya ??


dan kalo dengan senjata meskipun itu tidak disyariatkan , maka pertanyaannya hukum apa yang mereka pakai bila seperti ITU dalam menjalankan ke amirannya ??


mas mas tolong buka negara islam menurut fatwa lajnah daimah di  situs ini juga . PAHAMI DAN RENUNGKAN LALU MENANGISLAH SEBELUM RUMAH INDAHMU HANCUR



 

berhujah dengan perjanjian hudaibiyah

Posted by abu qila al-yamani on November 18, 2010 at 1:39 AM Comments comments (0)

Perjanjian Hudaibiyah dan Relevansinya dalam Konteks Kekinian dan Pengukuhan Perjanjian dan Klausul-klausul Hudaibiyah


1. Rasulullah harus pulang pada tahun ini, dan tidak boleh memasuki Makkah kecuali tahun depan bersama orang-orang Muslim. Mereka diberi jangka waktu selain tiga hari berada di Makkah dan hanya boleh membawa senjata yang biasa dibawa musafir, yaitu pedang yang disarungkan. Sementara pihak Quraisy tidak boleh menghalangi dengan cara apa pun.


2. Gencatan senjata di antara kedua belah pihak selama sepuluh tahun, sehingga semua orang merasa aman dan sebagian tidak boleh memerangi sebagian yang lain.

Barangsiapa yang ingin bergabung dengan pihak Muhammad dan perjanjiannya, maka dia boleh melakukannya, dan siapa yang ingin bergabung dengan pihak Quraisy dan perjanjiannya, maka dia boleh melakukannya.


3. Kabilah mana pun yang bergabung dengan salah satu pihak, maka kabilah itu menjadi bagian dari pihak tersebut. Sehingga penyerangan yang ditujukan kepada kabilah tertentu, dianggap sebagai penyerangan terhadap pihak yang bersangkutan dengannya.


4. Siapapun orang Quraisy yang mendatangi Muhammad tanpa izin walinya(melarikan diri), maka dia harus dikembalikan kepada pihak Quraisy, dan siapa pun dari pihak Muhanunad yang mendatangi Quraisy (melarikan diri darinya), maka dia tidak boleh dikembalikan kepadanya.


  Kemudianbeliau memanggil Ali bin Abu Thalib untuk menulis isi perjanjian ini.Beliau mendiktekan kepada Ali: Bismillahir-rahnianir-rahim.

Suhail menyela, ‘Tentang Ar-Rahman, demi Allah aku tidak tahu siapa dia? Tetapi tulislah: Bismika Allahumma.

MakaNabi Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan Ali bin Abu Thalib untuk menulis seperti itu. Kemudian beliau mendiktekan lagi, “Ini adalah perjanjian yang ditetapkan Muhammad, Rasul Allah.

Suhail menyela, “Andaikan saja kami tahu bahwa engkau adalah Rasul Allah,tentunya kami tidak akan menghalangimu untuk memasuki Masjidil Haram,tidak pula memerangimu. Tetapi tulislah: Muhammad bin Abdullah. “

Beliau bersabda, “Bagaimanapun juga aku adalah Rasul Allah sekalipun kalian mendustakan aku. ” Lalu beliau memerintahkan Ali bin Abu Thalib untuk menulis seperti usulan Suhail dan menghapus kata-kata Rasul Allah yang terlanjur ditulis. Namun Ali menolak untuk menghapusnya. Akhirnya beliau yang menghapus tulisan itu dengan tangan beliau sendiri.


Kerugian yang Dialami Kaum Muslimin dalam Perjanjian Hudaybiyah


1. Penghapusan kalimat Bismillahirrahmaanirrahim dan diganti menjadi Bismika Allahumma.

Kalimat Muhammad Rasulullah dihapus dan diganti menjadi Muhammad Bin Abdullah

.

2. Adanya ketimpangan dalam hal ekstradisi,sebagaimana diatur dalam klausul ke empat perjanjian Hudaibiyah. Halini menyebabkan tertolaknya beberapa sahabat yang menyusul dari Makkahkepada rombongan Nabi Muhammad SAW.


3. Terjadi keresahan dan krisis kepercayaan sejenak atas kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.Pada dasarnya, perjanjian yang monumental ini sebelumnya tidak disukai sahahat-sahabat Nabi seperti Umar, Ali dan beberapa sahabat lain karena dianggap merugikan ummat Islam, karena dalam memutuskan isi perjanjian ini Rasulullah tidak mengajak berunding para sahabatnya dan sempat menimbulkan kegaduhan di antara sahabat Nabi sendiri, kecuali Abu Bakar Ash-Shiddiq yang tetap mantap dengan segala isi perjanjian ini.


Keuntungan Kaum Muslimin dalam Perjanjian Hudaibiyah


Pihak Quraisy mengakui eksistensi Madinah sebagai negara kaum Muslimin dan Rasulullah SAW sebagai pemimpinnya. Sebabsudah sekian lama pihak Quraisy tidak mau mengakui sedikit pun keberadaan orang-orang Muslim, dan bahkan mereka hendak memberantas hingga ke akar-akarnya. Mereka menunggu-nunggu babak akhir dari perjalanan orang-orang Muslim. Dengan mengerahkan seluruh kekuatan,mereka mencoba memasang penghalang antara dakwah Islam dan manusia,sambil membual bahwa merekalah yang layak memegang kepemimpinan agama dan roda kehidupan di seluruh. jazirah Arab. Sekalipun hanya mengukuhkan perjanjian, namun ini sudah bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap kekuatan orang-orang Muslim, di samping orang-orang Quraisy merasa tidak sanggup lagi menghadapi kaum Muslimin.

Kaum Muslimin dapat bebas berziarah ke Madinah kapanpun mereka menghendaki,kecuali pada tahun di mana perjanjian Hudaibiyah ditandatangani,sebagaimana termaktub pada klausul pertama perjanjian ini. Klausul pertama merupakan pagar pembatas bagi Quraisy, sehingga mereka tidak bisa menghalangi seseorang untuk memasuki Masjidil Haram.




ingat dalam perjanjian hudaibiyah ini bukan perjanjian muslim dan non muslim dalam 1 wilayah akan tetapi muslim dan non muslim manatr 2 wilayah. madinah dan mekkah . jadi ga nyambung blas kalo di pake hujjah buat perjanjian 1 wilayah.


dalam perjanjian hudaibiyah ini justru kafir mekkah mengakui madinah sebagai wilayah muslim dengan Rasulullah sebagai pemimpinnya yang berdasarkan Allah dan sunnah rasulNya.   LHA KALIAN MANA ADA PENGAKUAN DARI KAUM KUFFAR ??


keuntungan lagi umat muslim bisa masuk mekkah setiap saat dan bisa berdakwah disana secara bebas tanpa di ganggu. ( lihat HR bukhary )


dan dalam perjanjian ini sekedar kata bismillah dan rasulullah < akan tetapi manfaat dan keuntungan yang didapat umat muslim sangat besar, sehingga dakwah bisa bebas dimana mana dan Rasulullah satu sisi berdakwah satu sisi mempersiapkan peperangan melawan kuffar romawi dan parsi dan yahudi.


JADI GA NYAMBUNG , BILA HUJJAH INI DIPAKE KARENA INI PERJANJIAN 2 WILAYAH BUKAN SATU WILAYAH. DAN ADANYA PENGAKUAN KUFFAR BAHWA rASULULLAH ITU PEMIMPIN DI MADINAH


bisakah berhujah dengan piagam madinah ??

Posted by abu qila al-yamani on November 18, 2010 at 12:57 AM Comments comments (0)

Piagam Madinah


Umat Islam memulai hidup bernegara setelah Rasulullah hijrah ke Yathrib,yang kemudian berubah menjadi Madinah. Di Madinahlah untuk pertama kali lahir satu komunitas Islam yang bebas dan merdeka di bawah pimpinan Nabi Muhammad, Penduduk Madinah ada tiga golongan. Pertama kaum muslimin yang terdiri dari kaum Muhajirin dan Anshar, dan ini adalah kelompok mayoritas. Kedua, kaum musyrikin, yaitu orang-orang suku Ausdan Kharaj yang belum masuk Islam, kelompok ini minoritas. Ketiga, kaumYahudi yang terdiri dari empat kelompok. Satu kelompok tinggal di dalam kota Madinah, yaitu Banu Qunaiqa. Tiga kelompok lainnya tinggal di luar kota Madinah, yaitu Banu Nadlir, Banu Quaraizhah, dan Yahudi Khibar.Jadi Madinah adalah masyarakat majemuk. Setelah sekitar dua tahun berhijrah Rasulullah memaklumkan satu piagam yang mengatur hubungan antar komunitas yang ada di Madinah, yang dikenal dengan Piagam (Watsiqah) Madinah.Inilah yang dianggap sebagai konstitusi negara tertulis pertama di dunia.Piagam Madinah ini adalah konstitusi negara yang berasaskan Islam dan disusun sesuai dengan syariat Islam.


Peran Sebagai Kepala NegaraDalam negeri


Sebagai Kepala Negara, Rasulullah sadar betul akan arti pengembangan sumberdaya manusia, dan yang utama sehingga didapatkan manusia yang tangguh adalah penanaman aqidah dan ketaatan kepada Syariat Islam. Di sinilah Rasulullah, sesuai dengan misi kerasulannya memberikan perhatian utama. Melanjutkan apa yang telah beliau ajarkan kepada para sahabat di Makkah, di Madinah Rasul terus melakukan pembinaan seiring dengan turunnya wahyu. Rasul membangun masjid yang dijadikan sebagai sentra pembinaan umat. Di berbagai bidang kehidupan Rasulullah melakukan pengaturan sesuai dengan petunjuk dari Allah SWT. Di bidang pemerintahan, sebagai kepala pemerintahan Rasulullah mengangkat beberapa sahabat untuk menjalankan beberapa fungsi yang diperlukan agar manajemen pengaturan masyarakat berjalan dengan baik. Rasul mengangkat Abu Bakar dan Umar bin Khattab sebagai wajir. Juga mengangkat beberapa sahabat yang lain sebagai pemimpin wilayah Islam, diantaranya Muadz Bin Jabal sebagai wali sekaligus qadhi di Yaman.


Luar Negeri


Sebagai Kepala Negara, Rasulullah melaksanakan hubungan dengan negara-negaralain. Menurut Tahir Azhari (Negara Hukum, 1992) Rasulullah mengirimkansekitar 30 buah surat kepada kepala negara lain, diantaranya kepada AlMuqauqis Penguasa Mesir, Kisra Penguasa Persia dan Kaisar Heraclius,Penguasa Tinggi Romawi di Palestina. Nabi mengajak mereka masuk Islam,sehingga politik luar negeri negara Islam adalah dakwah semata, bila mereka tidak bersedia masuk Islam maka diminta untuk tunduk, dan bila tidak mau juga maka barulah negara tersebut diperangi.

Hubungan Rakyat dan Negara Peran Rakyat Dalam Islam sesungguhnya tidak ada dikotomi antara rakyat dengan negara,karena negara didirikan justru untuk kepentingan mengatur kehidupan rakyat dengan syariat Islam. Kepentingan tersebut yaitu tegaknya syariat Islam secara keseluruhan di segala lapangan kehidupan. Dalam hubungan antara rakyat dan negara akan dihasilkan hubungan yangsinergis bila keduanya memiliki kesamaan pandangan tentang tiga hal. pertama asas pembangunan peradaban (asas al Hadlarah) adalah aqidah Islam, kedua tolok ukur perbuatan (miqyas al ‘amal) adalah perintah dan larangan Allah, ketiga makna kebahagiaan (ma’na sa’adah) dalam kehidupan adalah mendapatkan ridha Allah. Ketiga hal tersebut adapada masa Rasulllah. Piagam Madinah dibuat dengan asas Islam serta syariat Islam sebagai tolok ukur perbuatan.

Adapun peran rakyat dalam negara Islam ada tiga, pertama melaksanakan syariat Islam yang wajib ia laksanakan, ini adalah pilar utama tegaknya syariat Islam, yakni kesediaan masing-masing individu tanpa pengawasan orang lain karena dorongan taqwa semata, untuk taat pada aturan Islam, kedua, mengawasi pelaksanaan syariat Islam oleh negara dan jalannya penyelenggaraan negara, ketiga,rakyat berperan sebagai penopang kekuatan negara secara fisik maupun intelektual, agar menjadi negara yang maju, kuat, disegani ditengah-tengah percaturan dunia. Di sinilah potensi umat Islam dikerahkan demi kejayaan Islam (izzul Islam wa al Muslimin).

Aspirasi Rakyat Dalam persoalaan hukum syara’, kaum muslimin bersikan sami’ na wa atha’na. Persis sebagaimana ajaran al Qur’an,kaum muslimin wajib melaksanakan apa saja yang telah ditetapkan dan meninggalkan yang dilarang. Dalam masalah ini Kepala Negara Islam menetapkan keputusannya berdasarkan kekuatan dalil, bukan musyawarah,atau bila hukumnya sudah jelas maka tinggal melaksanakannya saja.Menjadi aspirasi rakyat dalam masalah tasyri’ untuk mengetahui hukum syara’atas berbagai masalah dan terikat selalu dengannya setiap waktu.Menjadi aspirasi mereka juga agar seluruh rakyat  taat kepada syariat,dan negara melaksanakan kewajiban syara’nya dengan sebaik-baiknya. Rakyat akan bertindak apabila terjadi penyimpangan.

Di luar masalah tasyri’,Rasulullah membuka pintu musyawarah. Dalam musyawarah kadang Rasulullah mengambil suara terbanyak, kadang pula mengambil pendapat yang benar karena pendapat tersebut keluar dari seorang yang ahli dalam masalah yang dihadapi. Dan para sahabat pun tidak segan-segan mengemukakan pendapatnya kepada Rasulullah, setelah mereka menanyakan terlebih dahulu apakah hal ini wahyu dari Allah atau pendapat Rasul sendiri.

Penegakkan Hukum Hukum Islam ditegakkan atas semua warga, termasuk non muslim di luar perkara ibadah dan aqidah. Tidak ada pengecualian dan dispensasi. Tidak ada grasi, banding, ataupun kasasi. Tiap keputusan Qadhi adalah hukum syara’ yang harus dieksekusi. Peradilan berjalan secara bebas dari pengaruh kekuasaan atau siapapun.


Kesimpulan

1. Madinah adalah negara Islam pertama dengan Muhammad Rasulullah sebagai kepala       negara. Praktek kenegaraan di segala bidang berjalan dengan baik.


2. Tidak ada dikotomi antara rakyat dengan negara. Keduanya adalah pilar penopang tegaknya hukum Allah dan penentu tegaknya Izzul Islam wa al muslimin


3. Yangdisebut sebagai aspirasi rakyat dalam negara Islam adalah terlaksananya serta terselenggaranya pemerintah dengan sebaik-baiknyademi tercapainya tujuan dakwah Islam. Di luar masalah tasyri’, menjadi tuntunan Islam keputusan diambil dengan musyawarah baik berdasarkan suara terbanyak atau pendapat yang paling benar. Demi terselenggaranya praktek kenegaraan dengan baik, penting sekali peran muhasabah(koreksi) dari rakyat kepada penguasa

4. Hukum syar"i dijalankan atas semua warga muslim maupun non muslim ( banyak dalil yang memperkuat  pendapat ini ), tanpa kecuali. Tidak ada grasi, amnesti, dispensasi, banding atau kasasi. Keputusan qadhi adalah tinggal yang wajib dilaksanakan




Perhatikan text yang berwarna merah. semua di madinah bersatu dalam syariat ALLAH dan RASULNYA bukan dengan syariat buatan manusia dan non muslim pun di hukumi dengan hukum ISLAM bukan Hukum kuffar


perhatikan text berwarna orange . meskipun membuat perjanjian dengan non muslim . akan tetapi untuk membantu pemerintahan nabi mengangkat sahabat alias orang iman bukan orang hindu , budha , kafir nasrani , kafir yahudi. apakah anda tidak melihat sekeliling anda ???? atau pura pura tidak tahu ??


 perhatikan yang berwarna biru . dibawah kepemimpinan NABI


perhatikan dalam text berwarna hijau . kepala negara menjalankan negara berdasarkan dalil bukan semaunya sendiri


perhatikan text berwarna ungu . dalam piagam madinah dimanfaatkan oleh nabi untuk dakwah islam dan bila tidak mau diperangi . kira kira pas tidak bila kita berhujjah dengan piagam madinah ?



Tambahan :::::


Apakah Ahli Bid’ah Boleh Menjadi Ahli Syura ( penasehat atau wakil di pemerintahan )?


Dengan mengetahui sifat-sifat ahli syura, tampak bahwa ahli bid’ah tidak bisa dijadikan sebagai ahli syura karena ahli bid’ah tidak dapat dipercaya agamanya, amanahnya, keinginan baiknya dan juga sifat yang lain tidak terpenuhi padanya. Demikian pula terjadi dalam sejarah beberapa peristiwa yang membuktikannya. Pada masa khilafah ‘Abbasiyyah, tepatnya pada pemerintahan Al-Makmun, yang menjadikan Bisyr Al-Marrisi (seorangtokoh Mu’tazilah) sebagai salah satu penasehatnya, mengakibatkan tersebarnya aqidah Mu’tazilah tentang Al Qur’an yaitu bahwa Al Qur’an bukan Kalamullah sehingga sebagian ulama terbunuh karena itu (tidak maumengatakan Al Qur’an bukan Kalamullah -red) dan sebagian lagi dipenjara dan disiksa. Demikian pula pada masa Al-Mu’tashim Billah yangmenjadikan Al-Wazir Ibnul ‘Alqomi (seorang Syi’ah yang menipu Khalifah) sebagai salah satu penasehatnya, sehingga dia membantu pasukan Tatar memasuki kota Baghdad dan menguasainya. Itu sebagian contoh, dan semua ahlul bid’ah pada dasarnya sama, baik yang berpemikiran mengkafirkanyang tidak sepaham dengan mereka, atau berpemikiran Sufi, atau yanglain.


lalu bagaimana bila penasihat dan tentaranya dan askarnya ( polisi ) dan gubernurnya atau amirnya  orang kafir dan musyrik penyembah berhala ????

 




Rss_feed

Webs Counter

Simple Countdown

Recent Videos

No recent videos

Super Share

Share on Facebook

downlod kitab tauhid